November 2011
9 posts
To love. To be loved.
To never forget your own insignificance.
To never get used to the unspeakable violence and the vulgar disparity of life around you.
To seek joy in the saddest places. To pursue beauty to its lair.
To respect strength, never power.
Above all, to watch.
To try and understand.
To never look away.
And never, never, to forget
Arundhati Roy
Jangan tanya tujuan kalau belum berpengalaman.
Jangan tanya hasil kalau belum ada proses.
Di tangan kananku kusisipkan masa depan, di tangan kiriku mencengkram masa lalu
Dalam raga berpecah, jiwaku sebagian masih tertinggal disana
Dan firasat lelah bermimpi, melepas waktu, untuk menerka-nerka skenarioNya,tapi hati mencoba berdamai dengan cerita asing yang akan di hadapi
Aku pun bertanya : apa yang harus kulakukan?
Apakah aku sudah mendaki jauh ataukah aku masih harus berlari?
Orang tuaku pun menjawab : merenung, Nak! Terkadang pilihan terbaik adalah menerima.
Kenangan jangan di hapus tapi disimpan, kamu masih harus berlari, kamu masih harus mendaki. Suatu saat kamu pasti tahu.
Jika setiap manusia punya jalan masing2 menuju tujuan yang sama, ku bertanya :apakah mereka tidak takut saling menabrak meniti kelokan di jalan yang sama?
Apakah mereka akan sadar kalau kehilangan arah? Bagaimana kalau jalan yang mereka lalui ternyata salah? Apakah mereka harus memutar balik jalan? Apakah mereka akan pasrah saja dan hanya berhenti?
Dan hanya Tuhanku yang mampu menjawab : ada Aku
Aku telah mencoba membuat lubang perangkap untuk diriku sendiri. Lubangnya besar, dalam, dan terlihat jelas, tanpa semak-semak. Terkesan lucu jika aku terlalu berambisi menjatuhkan diri ke suatu tempat yang membahayakan jiwaku. Beginilah nasib! hati nurani kecewa, memberontak, dan ingin mengatakan jika terlalu jauh untuk jatuh, akan susah untuk berdiri, akan susah untuk keluar bahkan bisa mati. Tapi ego mengalahkan hati, tersenyum menang, menepuk-nepuk pundakku seakan-akan itu hiburan bagi kebodohanku yang aku cipta sendiri,karena aku yakin setelah terjatuh ke dalam mungkin semuanya akan aman, bebas, segala dimensi angan akan lenyap menjadi satu. Barangkali nantinya, di dalam lubang itu, satu sudut hidup kebahagiaanku sudah menantiku membawa sebuah fragmen cahaya untuk menerangiku. Dan aku sanggup jatuh mengaduh untuk terperosok sementara daripada melayang tinggi dan menggantung di udara begitu sesak dan sakit.
“Writing is a form of therapy; sometimes I wonder how all those who do not write, compose or paint can manage to escape the madness, melancholia, the panic and fear which is inherent in a human situation.”
Hai! Perkenalkan nama saya afhkjhtloku, saja berasal dari bgyokjhfder. Hehehe
Sebenarnya sih saya sudah punya TUMBLR tapi jadi pengen buat lagi. Semacam private TUMBLR. TUMBLR ini tercipta karena saya ingin mempertajam skill menulis saya, ingin membuat diari online (halah),dan isinya nanti bakal tentang curahan hati (galau?wkwk) dan pikiran ataupun ide yang muncul di benak saya, jadi tulisan yang nantinya ada di blog ini bisa berisi non fiksi ataupun fiksi yang berasal dari kehidupan saya, entah tentang lovelife , menengok kehidupan masa lalu saya , mereview kehidupan masa kini ,dan meneropong kehidupan masa datang . Tulisan-tulisan yang ada disini mungkin ga penting, dan bagi kalian yang menemukan TUMBLR ini sangat disayangkan sekali (karena sumpah mungkin gak penting untuk anda),but keep read yeah!! Hoho
Semoga menginspirasi dan bermanfaat yaa :D
Salam!